Bersama Muslimat NU, Medina Edukasi Perempuan di Bali untuk Mandiri dan Berkreasi

Bersama Muslimat NU, Medina Edukasi Perempuan di Bali untuk Mandiri dan Berkreasi

August 26, 2017

Menjadi perempuan yang kuat dan mandiri berarti mampu menemukan kebahagiaan diri sendiri. Perempuan yang memiliki rasa percaya diri tinggi tanpa harus bergantung kepada orang lain, terutama mandiri dalam ekonomi. Untuk menjawab hal ini, Kali ini Medina hadir di Bali untuk menginspirasi perempuan-perempuan hebat dalam acara Medina Inspirative Talk (MIT), Sabtu (26/08/17).

Pada kesempatan ini Medina bekerjasama dengan Muslimat NU yang membahas dua topik. Pertama, Woman and Entrepreneur, Perempuan Mandiri dan Berkreasi bersama Ibu Sri Hartiningsih - owner Halal Tour Alliance Vast. Lalu, kedua, Smart Parenting, Menjadi Bunda Sehat Hebat Kebanggaan Keluarga bersama oleh Ni Made Trisna Susanti, S.Psi., seorang psikolog Dian Selaras & Klinik Hypnoterapi.

Dalam sambutannya, GM Marketing Communication Medina, Dewi Hendrati, mengatakan bahwa Medina akan terus menjaga komitmen untuk senantiasa memberikan inspirasi kepada perempuan-perempuan Indonesia. “Perempuan Indonesia berani untuk mandiri dan menginspirasi banyak orang,” kata Dewi.

Dewi juga berharap ketika mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya memendam ilmu dan pengalaman untuk dirinya sendiri, melainkan bisa berbagi ke orang lain.

Pada sesi pertama, ibu Sri menegaskan tentang, “How to be An Enterpreneur”,  jika ingin menjadi pengusaha kita harus memiliki mental yang kuat serta rasa percaya diri, harus di paksa. Bu Sri menjelaskan bahwa segala sesuatu itu bisa dipaksakan. “Untuk membangun sebuah bisnis itu tidak cukup hanya dari satu rerefensi saja,” ujarnya.

Pada sesi ini para peserta sangat antusias karena Bu Sri langsung menerapkan dengan cara membagi 60 peserta menjadi 7 kelompok. Masing-masing peserta harus memiliki ide yang berbeda,lalu dipresentasikan secara singkat tentang bagaimana konsep atau ide usaha serta seperti cara pemasarannya, apakah sudah menggunakan media digital yang tepat untuk targetnya.

Di satu sisi, pada sesi kedua, Bu Trisna lebih menekankan bahwa untuk menjadi bunda hebat, seorang perempuan harus memiliki waktu untuk dirinya sendiri. “Menjadi seorang ibu itu, janganlah dijadikan beban melainkan harus dilakukan dengan happy tanpa rasa lelah,” ujarnya.

“Jika seorang ibu sudah bahagia tentu anak dan suami juga akan menjadi bahagia,” lanjutnya.

Bu Trisna juga menjabarkan bahwa seorang ibu juga membutuhkan waktu untuk liburan serta berdua bersama suami. Jika seorang Ibu bahagia, maka apapun yang ia kerjakan bisa dilakukan dengan maksimal tanpa ada tekanan.

Sesi terakhir oleh Pak Ketut, yang merupakan Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung, yang memberikan dukungannya terhadap program Medina. Ia menyampaikan bahwa siapapun ibu-ibu yang ingin berusaha atau berbisnis dinas koperasi akan siap membantu.

 

Loading

Search

Menu

Close