Manfaat di Balik Kebiasaan Memeluk Anak Setiap Hari

Manfaat di Balik Kebiasaan Memeluk Anak Setiap Hari

August 15, 2017

Saat sedih atau kecewa, pelukan hangat bisa meredakannya. Begitupun sebaliknya, pelukan adalah salah satu cara untuk berbagi kebahagiaan. Namun ada manfaat lain dari pelukan, khususnya pelukan yang diberikan orangtua pada anak. Saat kita memeluk seseorang, oksitosin yang juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan akan dilepaskan, sehingga kita akan merasakan kehangatan dan juga terjalin ikatan batin yang kuat. “Oksitosin adalah neuopeptida yang mendorong kepedulian, kepercayaan, dan ikatan batin”, kata Matt Hertenstein, seorang psikolog DePauw University.

Untuk lebih jelasnya, berikut Medina paparkan mengenai manfaat dibalik kebiasaan memeluk anak setiap hari, seperti dilansir dari Parenting for Brain.

Anak lebih cerdas

Anak membutuhkan banyak stimulasi sensorik yang berbeda dalam tumbuh kembangnya. Kontak atau sentuhan fisik seperti memeluk merupakan salah satu stimulasi terpenting yang dibutuhkan untuk perkembangan otak yang sehat. Periset menemukan bahwa ketika bayi mendapatkan tambahan stimulasi sentuhan selama 50 menit perhari selama 10 minggu, perkembangan otak mereka lebih tinggi dibanding anak lainnya yang tidak mendapatkan pelukan intensif dari orangtuanya. Namun, studi menemukan bahwa hanya pelukan lembutlah yang bisa memberikan stimulasi positif yang dibutuhkan otak untuk tumbuh dan berkembang.

Membantu pertumbuhan anak

Saat anak kehilangan kontak fisik, tubuh mereka akan berhenti tumbuh dan berkembang meski asupan nutrisinya normal. Defisiensi pertumbuhan ini dapat ditingkatkan saat mereka mendapatkan sentuhan dan pelukan yang positif. Memeluk akan memicu pelepasan oksitosin yang mendukung stimulasi pertumbuhan bagi anak. Saat oksitosin meningkat, beberapa hormon pertumbuhan seperti insulin-I (IGF-1) dan faktor pertumbuhan saraf (NGF) juga meningkat.

Kesehatan anak terjaga

Kenaikan kadar oksitosin bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kadar hormon tiroid dalam plasma darah yang membuat luka lebih cepat sembuh. Tak hanya mendukung tumbuh kembang anak dan membuatnya lebih cerdas, pelukan juga akan memelihara kesehatan anak.

Mengatasi anak tantrum

Ada kalanya anak mengalami fase tantrum. Ketika mereka sedang dalam fase tantrum, bukan berarti mereka nakal atau susah diatur. Mereka hanya kehilangan kendali atas emosi mereka, akibatnya mereka susah mengatur diri sendiri. Memeluknya akan memicu pelepasan oksitosin yang akan menurunkan kadar hormon stres dan mengatasi kecemasannya. Jadi, saat anak sedang mengamuk atau tidak terkontrol, peluk dia ya, Bun!

Anak tumbuh menjadi lebih tangguh

Saat sedang rewel atau tertekan, kadar kortisol anak yang tinggi akan dilepaskan melalui tubuh dan otak. Jika dibiarkan terlalu lama, kadar hormon stres beracun ini akan berdampak pada kesehatan anak, baik secara fisik maupun mental. Studi menunjukkan bahwa paparan hormon stres yang berlebihan dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh anak dan memengaruhi ingatan dan penalaran verbal di kemudian hari. Hal ini juga bisa menyebabkan anak depresi dalam pertumbuhannya. Pelukan akan membantu anak belajar mengatur emosi dan menjadikannya lebih tangguh.

Memperkuat ikatan batin orangtua dan anak

Pelukan akan meningkatkan kepercayaan, mengurangi rasa takut dan memperbaiki hubungan. Dengan pelukan, ikatan batin orangtua dan anak akan semakin kuat. Hormon oksitosin yang kuat akan membuat anak merasa dicintai sehingga juga akan meningkatkan optimisme dan harga diri mereka.

Nah, Bun, mulai sekarang jangan ragu untuk memeluk si kecil  dengan kasih dan kelembutan setiap hari. Karena tak hanya menghangatkan, namun si kecil juga akan mendapatkan manfaat lebih bagi tumbuh kembangnya dari sebuah pelukan.

 

Loading

Search

Menu

Close