"Proud with Medina"

"Proud with Medina"

January 15, 2018

Ibu Iva Christin - Kiri

Tidak pernah menyangka berjualan, Ibu Iva akan berbagi cerita dan pengalaman mulai dari iseng mencari peluang apa yang bisa dikerjakan di rumah hingga mendapatkan berbagai benefit dari Medina karena omzetnya mencapai 60 juta rupiah. Setiap pengalaman yang dialami Ibu Iva diharapkan bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk semuanya.

“Hai saya Iva Christin Sylvia, berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Besar dan sekolah hingga SMA di kota Purwokerto, saya kemudian menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di salah satu universitas swasta di Yogyakarta.

Selama saya kuliah, sudah ada semacam pembahasan dan diskusi mengenai entrepreneur. Pada zaman itu, namanya teknologi belum berkembang seperti saat ini. Handphone hanya sebatas untuk SMS atau telepon saja, internet pun belum maksimal untuk berjualan.

Sebenarnya, dari SMP saya sudah belajar berjualan, tapi masih kecil-kecilan. Membawa jajanan ke sekolah dan menawarkan ke teman-teman untuk menambah uang saku sekolah. Tidak ada pikiran bahwa kedepannya akan berjualan lagi, dikarenakan image zaman dulu namanya berjualan itu, harus ada toko fisik dan punya stok barang dan hanya menunggu konsumen datang ke toko.

Saya dan suami membuka toko sparepart dan service motor di Bobosan, Purwokerto. Berhubung cita-cita saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang bisa banyak waktu untuk anak-anak saya tetapi bisa menghasilkan uang tambahan, saya iseng-iseng mencari peluang lain yang bisa dikerjakan dirumah. Tidak sengaja saya melihat iklan Dusdusan di Facebook.

Bulan Februari 2017, tidak menyangka bahwa Dusdusan menjual produk plastik yang ada sertifikat HALAL dari MUI, bahkan produk ini pertama di Indonesia, foodware bersertifikat Halal. Produk ini namanya MEDINA.

Kesan pertama sebelum memegang sendiri produk ini, ‘weh kok mahal ya, padahal cuma plastik loh’. Tapi pikiran saya terbantahkan ketika produk-produk Medina datang ke tangan saya. Saya bongkar dan pegang semua jenis produknya, saya bilang BEDA dan TEBAL dan BAGUS dari perkiraan saya atau plastik-plastik yang pernah saya pegang.

Ketika sudah mendapatkan kejelasan sumber bahan baku dan prosesnya serta presentasi dari Medina, ternyata ‘wow’, saya merasa nyaman dan yakin akan kualitas dari Medina. Bagi saya Halal itu semakin memberi saya suatu keyakinan akan jaminan dan kepastian kualitas produk ini. Bahan olahan plastik yang digunakan juga Halal.

Medina yang memilih Dusdusan.com sebagai distributor tunggal juga memiliki sistem yang tidak membuat saya pusing dan tidak harus tutup poin. Kemudian saya mendaftar menjadi reseller di bulan Agustus 2015, selain merasa menjadi sahabat dan keluarga, pelayanan tim supportnya juga rama dan selalu membantu. Saya akhirnya mengerti tentang jualan online via Facebook dan Instagram karena ada pelatihannya.

Salah satu produk yang paling saya sukai dari Medina adalah Coral Sparkling Canister Set. Sebening kaca sekuat baja, cocok buat saya yang memiliki anak kecil dan orang tua saya yang mulai tua sehingga memegang sesuatu mudah lepas. Selain keunggulan dari kualitas produk, ada lagi yang buat saya tidak menyesal memakai sekaligus menjual produk Medina yaitu ada Garansi Seumur Hidup, dan pelayanannya untuk komplain cepat ditanggapi dan ada jalan keluar.

Ternyata menjual Medina itu agak sulit meski banyak keungulannya. Yahhhh karena seperti saya, ketika pertama kali melihat hanya melihat ya muncul pemikiran ‘wow plastik kok mahal’. Dan kedua harus sosialisasi semakin luas bahwa ada lohfoodware Halal dan pertama kali di Indonesia, bahannya BPA free, aman Food Grade dan Halal dari MUI.

Nah selain sosialisasi, ada beberapa penolakan dari beberapa calon konsumen, ya itu wajar sih apalagi belom pernah melihat dan memegang produknya secara langsung. Tapi tetap semangat dong, soalnya saya berjualan produk bagus jadi tetep semangat.

Omzet yang pernah saya dapatkan dari berjualan Medina kurang lebih total sudah 60 Juta Rupiah. Saya juga dapat berbagai bonus dari hasil berjualan Medina, seperti voucher belanja, kupon berhadiah, dan setiap bulan juga dapat Medina Income. Saya juga berhasil mendapatkan 1 tiket jalan-jalan ke Malaysia itu gratis loh tiket pesawat dan hotelnya, seru banget dan tidak sia-sia berjualan Medina.



Saya lebih cenderung memasarkan Medina secara offline, karena seperti yang saya jelaskan tadi, agar calon konsumen bisa memegang dan melihat secara real, merasakan bagaimana kualitas produk Medina. Selain bilang ke teman-teman saya, saya juga memberikan kado kepada sahabat atau orang yang saya hormati, sebagai bentuk saya memperkenalkan produk Medina. Selain itu saya juga menggadakan event semacam lomba mewarnai, di mana Medina juga dekat dengan dunia anak serta mengedukasi orangtua khususnya para ibu muda untuk lebih kenal apa itu Medina.



Strategi berjualan Medina menurut saya satu yaitu lebih lebih lebih dan lebih diperkenalkan keunggulan dari produk-produk Medina. Tidak lupa rajin mengadakan event-event. Tantangan terbesar bagi saya berjualan Medina adalah mengedukasi masyarakat secara umum, pentingnya menggunakan produk khususnya plastik yang sehat dan berkualitas serta dibuat dari bahan-bahan berdasar tumbuhan yang tentunya dijamin Halalnya. Saya harus tetap menyampaikan bahwa Medina adalah salah satu produk yang bagus dan itu akan saya lakukan terus.

Saya tetap menggunakan event-event sebagai bentuk sosialisasi untuk produk Medina. Saya berharap Medina juga selalu mengeluarkan produk yang inovatif, lucu dan berguna untuk anak-anak serta dapat menjawab kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk foodwarenya yang sudah bersertifikat Halal.“


Iva Christin Sylvia

TDS Dusdusan Purwokerto








 

Loading

Search

Menu

Close