5 Perempuan di Puncak Tertinggi Manajemen Instansi Top Indonesia

5 Perempuan di Puncak Tertinggi Manajemen Instansi Top Indonesia

27 Juni 2017

Dahulu, para perempuan kerap dipandang sebelah mata, perannya hanya terbatas pada urusan rumah tangga saja. Potensi yang mestinya bisa disamakan dengan kaum laki-laki tidak bisa maksimal karena waktunya yang terbagi untuk keluarga. Namun tidak demikian di masa kini, seiring perkembangan zaman, kaum perempuan telah menduduki peran-peran penting dalam dunia korporat konvensional. Tidak tanggung-tanggung, perempuan-perempuan tangguh ini menempati posisi tertinggi dalam sebuah manajemen perusahaan.

Berikut adalah deretan para petinggi perempuan yang memegang peranan besar dalam perusahaan ataupun institusi yang dipimpinnya. Semoga menjadi inspirasi ya, Bun!

 

Atiek Nur Wahyuni

Atiek-Nur-Wahyuni2.jpg

swa.co.id

Perempuan lulusan Manajemen Universitas Trisakti ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Trans Media Group. Sepak terjangnya di dunia pertelevisian patut diacungi jempol. Setelah sukses menekuni hingga menduduki jabatan tinggi di bidang sales dan marketing di salah satu stasiun televisi swasta kenamaan Indonesia selama 10 tahun, Atiek bergabung dengan Transmedia pada tahun 2000.

Keberhasilannya dalam meningkatkan sales revenue secara signifikan, membawanya ke dalam posisi penting saat itu. Berkat kerja keras dan konsisten dalam memberikan hasil yang terbaik, Atiek dipercaya untuk memegang penuh jabatan sebagai Direktur Utama Transmedia sejak tahun 2012 hingga sekarang.

 

Alamanda Shantika

IMG_3038.jpg

alamandashantika.com

Di balik kesuksesan Go-Jek, layanan ojek berbasis aplikasi yang kian menjamur di beberapa kota besar di Indoneseia, pernah ada nama Alamanda Shantika. Ia adalah mantan Vice President of Technology Product Go-Jek, orang yang bertanggung jawab langsung terhadap segala produk teknologi yang ada pada Go-Jek. Lulusan double degree jurusan Teknik Informatika dan Matematika di Binus University ini pernah mencoba peruntungan di perusahaan e-commerce ternama seperti Berrybenka dan Kartuku. Ia resmi dipinang oleh Nadiem Makarim selaku CEO Go-Jek untuk bergabung secara penu h pada tahun 2014.

Sehari-harinya bergelut dengan dunia teknologi, Ala menyadari bahwa peran perempuan sudah semestinya seimbang terutama di bidang yang banyak dikuasai oleh kaum pria ini. perempuan yang sudah menguasai coding di usia 14 tahun itu tidak risi dipanggil ‘Umi’ oleh anggota tim tech bimbingannya yang mayoritas adalah pria.

Namun pada akhir tahun 2016, Alamanda memutuskan mundur dari Go-Jek untuk bergabung dengan Kibar untuk mendukung program 1.000 startup. Sampai saat ini, Alamanda memiliki usaha sendiri bernama Binar, sebuah akademi yang fokus pada bidang teknologi dan informatika. Selain itu, Alamanda juga dikenal menjadi konsultan untuk beberapa perusahaan besar dalam masalah teknologi.

 

Mira Lesmana

592x342-ide-out-of-the-box-mira-lesmana-1412105.jpg

muvila.com

Sang produser sekaligus sutradara bertangan dingin ini mulai menyukai film sejak remaja. Orangtuanya, tokoh jazz Indonesia yang juga hobi menonton film kerap mengajak Mira untuk ikut serta menyaksikan cerita demi cerita yang tersaji dalam tampilan audio visual. Lulusan jurusan penyutradaraan Institut Kesenian Jakarta ini mengawali kariernya di bidang advertising selama kurang lebih 5 tahun, hingga kemudian ia mulai menggeluti dunia perfilman.

Membuktikan keseriusan dan kecintaannya pada dunia film, Mira lantas mendirikan Miles Film Production. Kiprahnya dalam dunia perfilman terwujud dalam beberapa film garapannya seperti Anak Seribu Pulau, Kuldesak, Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta, Gie, Garasi, Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi. Ia berhasil menghidupkan kembali industry film tanah air yang kala itu tengah mati suri.

 

Nurhayati Subakat

Great-Family-2.jpg

esqlife.com

Perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat ini adalah lulusan jurusan farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah bekerja sebagai apoteker dan staff quality control di sebuah peruasahaan kosmetik ternama di Jakarta. Mengantongi ilmu dan pengalaman di bidang farmasi dan kosmetik, ia kemudian memberanikan diri untuk merintis usahanya sendiri yang ia jalankan di rumahnya. Produksi sampo yang ia jalankan sukses diterima oleh masyarakat dan berkembang pesat.

Pada perjalanannya, Nurhayati mengalami kemalangan, pabriknya hangus terbakar sementara hutangnya di bank belum terlunasi. Namun, ia tidak lantas menyerah. Bermodal uang tabungan suaminya, ia kembali membangun pabriknya yang baru dan mencoba untuk melakukan inovasi dengan membidik konsumen muslimah. Nurhayati kemudian dikenal dengan produk kosmetiknya yang kini telah malang melintang di pasaran, Wardah Kosmetik. Ya, ia adalah pendiri PT Paragon Technology and Innovation.

 

Susi Pudjiastuti

Susi (1).jpg

thepresidentpost.com

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini? Tegas, kontroversial, dan nyentrik adalah image yang tertanam dalam pikiran setiap orang yang mendengar namanya. Memiliki banyak pengalaman di bidang maritim serta berasal dari kalangan profesional, menjadikan Susi Pudjiastuti didaulat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Joko Widodo.

Susi memutuskan untuk tidak menamatkan pendidikan tingkat SMA-nya untuk terjun berbisnis. Bermodal uang hasil menjual perhiasannya, ia menuangkan bakat usahanya dengan menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya pun berkembang pesat hingga merengkuh pasar internasional, hingga akhirnya ia mendirikan maskapai Susi Air guna mengirimkan hasil laut tangkapannya ke pasar luar negeri. Uniknya, pesawat Susi inilah yang pertama kalinya berhasil mendarat di lokasi bencana tsunami Aceh untuk mendistribusikan bantuan. Sejak saat itu, Susi mulai menyewakan pesawat yang semula untuk mengangkut hasil laut menjadi pesawat untuk misi kemuliaan.

 

Lima perempuan yang telah Medina sebutkan adalah sedikit dari banyak perempuan yang berkiprah di dunia kepemimpinan yang sejak dulu didominasi oleh kaum pria. Tidak hanya di bidang kecantikan, potensi yang dimiliki perempuan-perempuan hebat ini juga berhasil dituangkan dalam bidang industri, politik, sosial, teknologi, hingga perfilman. Mereka berhasil menyikapi tantangan dan mengemban amanahnya sebagai seorang pemimpin, tanpa harus mengesampingkan tanggung jawabnya dalam keluarga. Menginspirasi ‘kan, Bunda?

 

 

Loading

Cari

Menu

Tutup