Bunda, Uang Bulanan Cepat Habis? Bisa Jadi 7 Hal Sepele Ini Penyebabnya

Bunda, Uang Bulanan Cepat Habis? Bisa Jadi 7 Hal Sepele Ini Penyebabnya

6 Maret 2017


“Perasaan baru kemarin terima uang bulanan, eh, sekarang udah habis aja. Kemana, ya, uangnya perasaan cepet banget habis.”

Bunda pernah nggak sih merasakan pengalaman seperti itu? Tiba-tiba, jumlah uang di dompet sudah surut. Padahal nyatanya akhir bulan masih jauh. Bicara soal hal tersebut, mengelola uang memang bukan pekerjaan mudah. Uang yang Bunda keluarkan kadang bisa tak terkendali. Namun, apakah Bunda sadar, ternyata banyak hal sepele yang bikin dompet cepat kering? Penasaran ‘kan? Langsung geser layarnya ke bawah, Bunda.

1. Punya gadget lebih dari satu berarti lebih dari satu pula yang harus Bunda urusi

Beda dulu, beda sekarang. Dulu, harga handphone terkenal begituu mahal. Bahkan untuk beli SIM Card saja kita perlu mengeluarkan uang yang tak sedikit. Sekarang? Kebalikannya. Kartu SIM bisa mudah kita beli dengan harga murah. Handphone pun begitu. Makanya, ada banyak di antara kita yang punya handphone lebih dari dua. Belum lagi zaman sekarang kehidupan bersosial metodenya bergeser. Dari yang tadinya silaturahmi seperti berkungjung ke rumah teman, sekarang, siapa pun bisa melakukannya secara virtual lewat media sosial.

Masalahnya, untuk menghidupi handhone kita, bukan hanya baterainya yang dibutuhkan, melainkan pulsa dan paket internet juga. Secara tak sadar, hal tersebut membuat uang yang diperlukan jadi lebih banyak. Saran dari Medina, ada baiknya para ibu cukup menggunakan satu handphone saja. Walaupun dalihnya untuk kepentingan bisnis, tapi bisa biaya pengeluaran bisa ditekan dengan cara ini.

2. Kebiasaan membeli air mineral kemasan. Padahal kita bisa menekan pengeluaran karena hal ini

Air putih adalah kebutuhan penting dalam kehidupan. Keberadaan mereka pun tak sulit untuk kita temukan dan ciptakan. Cukup dengan memasaknya sampai matang, kita sudah bisa mengkonsumsi air putih. Namun sedikit informasi, konsumsi air putih atau air mineral sekarang lumayan jadi barang komoditas tersendiri.

Mungkin untuk kebutuhan mengisi dispenser bisa kita sedikit toleransi -- lantaran kita bisa mengubah air jadi air panas atau dingin dengan cepat berkat alat tersebut. Namun Bunda bisa menekan pengeluaran dengan memasak sendiri.

Kalau pun alasannya demi masalah kepraktisan anggota keluarga, yaitu dengan cara membeli air kemasan, sebaiknya kebiasaan tersebut mulai kita hindari. Bunda bisa membeli tambler atau wadah minum sendiri untuk membekal air. Bukan hanya penghematan biaya, dengan kita menggunakan wadah minum sendiri, kita berarti ikut peduli lingkungan. Setidaknya ada sumbangsih kita dalam upaya menekan sampah plastik di bumi.

3. Terlalu sering makan-makan di luar jelas jauh dari kata hemat

Gaya hidup memang memengaruhi banyak tidaknya pengeluaran kita setiap bulannya. Salah satunya tentang kebiasaan makan di luar. Zaman sekarang memang musim dengan wisata kuliner. Namun ada baiknya ibu bijak soal ini. Di sisi lain, bukannya melarang ibu dan keluarga makan bersama di keluarga, tapi kami lebih menekankan tentang intensitasnya. Jika ibu mengeluh dompet bisa cepat habis, hal itu bisa jadi diakibatkan keseringan makan di luar.

Untuk mengatasi kebiasaan tersebut dan keluhan anak atau suami tentang menu makanan yang itu-itu saja yang biasa ibu masak, mending kita cari resep-resep di internet dan coba masakan baru. Jadi tak ada alasan lagi bosan dengan masakan yang itu-itu saja. Kalau pun benar-benar ingin merasakan makan di luar tapi pengeluaran tetap terjaga, ada baiknya ibu menjadwalkan kegiatan tersebut dengan intensitas sekali atau dua kali dalam sebulan. Medina jamin, pengeluaran bisa lebih aman.

4. Jajan di minimarket bikin tangan gatal untuk membeli yang tak terlalu dibutuhkan

Tatkala ibu baru saja menerima gaji atau uang bulanan dari suami, rasanya gatal jika tak membelanjakannya. Apalagi sekarang kalau anak ingin jajan apa, banyak ibu yang mengajaknya ke minimarket terdekat ketimbang di toko kelontong tetangga. Beberpa ibu mungkin akan merasakan, ketika ibu sudah menenteng keranjang belanjaan di minimarket, ibu yang tadinya ingin membelikan anak jajan atau kebutuhan penting dapur lainnya, eh, malah membeli hal-hal lain yang sebenarnya tak dibutuhkan amat.

Pada momen tersebut, ibu memang takkan merasakan efek yang signifikan terhadap dompet lantaran baru awal bulan. Namun, ibu akan merasakannya betapa bingungnya ke mana uang telah pergi setelah dekat akhir bulan nanti.

5. Tarik uang tunai di ATM bersama ada potongan biayanya. Ingat-ingat yak!

Yang satu ini tak kalah sepele. Keseringan mengambil atau menarik tunai melalui ATM Bersama juga bisa membuat ibu kehilangan uang cukup banyak. Jika kasusnya ibu kesulitan mencari ATM yang sesuai dengan bank tempat menabung, lalu mengambil lewat ATM Bersam, itu adalah hal yang bisa ditoleransi. Namun jika karena malas untuk melakukan usaha lebih dalam mencari ATM yang sesuai, ibu perlu memikirkan ulang lagi.

Lumrahnya, ada biaya pemotongan jika melakukan penarikan uang tunai lewat lintas. Rata-rata, ibu akan dikenakan potongan Rp 5.000. Bayangkan jika ibu sering menarik uang di ATM Bersama. Tinggal kalikan saja jumlah tindakan tersebut dengan jumlah Rp 5.000. Lumayan juga ‘kan?


6. Pakai kartu debit atau kartu kredit memang praktis, tapi secara tak sadar malah bikin konsumtif

Selain penggunaan ATM Bersama, ada cara lain juga yang bisa membuat uang tabungan ibu di bank bisa lebih cepat habis. Benar, keseringan belanja menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Penggunaan kartu tersebut memang memberikan keuntungan dan kemudahan. Namun, justru kemudahan tersebutlah yang dapat membuat ibu makin boros.

Saking mudahnya menggunakan cara tersebut, pikiran ibu secara tak langsung telah digiring untuk jadi individu yang lebih konsumtif. Kita seringnya mengingat angka paling depan pada jumlah uang yang ada, tapi jangan lupa kalau digit-digit selanjutnya pun penting. Pasti bakal lebih bijak deh kalau mulai sadar soal ini.

7. Air bak sampai banjir tiap malam, begitupula hidupnya barang elektronik di malam hari. Bijaklah soal pengunaan air dan listrik

Soal kebutuhan air dan listrik, kita kadan mengangap ini sebagai hal sepele. Seperti halnya ketika kita mandi. Kita bisa dengan mudah berlama-lama di kamar mandi yang sangat mungkin boros dalam penggunaan air. Di sisi lain, beberapa di antara kita mungkin kerap menganggap enteng air keran di bak mandi yang lupa dimatikan. Padahal setiap kubik air yang kita buang adalah uang juga.

Pun begitu dengan masalah listrik. Kita bisa sangat royal tentang hal ini, dan kerap tak bijak. Lupa mematikan lampu di kala siang, membiarkan handphone atau laptop diisi ulang baterainya berjam-jam, sampai membiarkan televisi menyala semalaman, merupakan salah satu kesalahan yang perlu direvisi dalam hidup kita. Bukan hanya hemat uang yang bakal kita dapat, tapi juga hemat energi.

Itulah hal-hal sepele yang kerap tak kita sadari bisa membuat boros setiap bulannya. Bagaimana, Bu? Sudah cukup tersadarkan dengan setiap poinnya? Semoga artikel yang Medina suguhkan kali ini bisa membantu Bunda lebih bijak lagi dalam mengelola uang ya.

 

Loading

Cari

Menu

Tutup