Menabur Kebaikan, Menuai Manfaat

Menabur Kebaikan, Menuai Manfaat

4 Desember 2017

Mengenakan cadar hitam: Ibu Suharty Syukur (TDS Makassar)


Niat baik, terus semangat, pantang menyerah merupakan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan ibu Suharty Syukur. Pada kesempatan ini, ibu Suharty sebagai TDS dari Makassar akan berbagi cerita mulai dari pernah tertipu supplier yang tidak amanah, hingga mencapai profit 70 juta dalam 3 bulan pertama. Semua dialami dan dijalankan demi menebar manfaat kepada orang-orang di sekeliling nya bahkan untuk masyarakat Indonesia juga. Mari kita simak cerita dari ibu Suharty berikut ini.

"Assalamu'alaikum.

Hi teman-teman, kenalkan saya Suharty Syukur, reseller TDS DDC dari Makassar. Saya lulusan pesantren, profesi sekarang selain sibuk mengurus keluarga juga menjalani bisnis online, menjual produk rumah tangga.


Saya mulai belajar jualan sejak kecil sih, sering bantu masarin dagangan mama, guru, Ustadzah, atau teman. Punya brand usaha sendiri sekitar tahun 2014, jadi sudah kurang lebih 4 tahun.


Saya memutuskan jualan online awalnya karena ingin memiliki penghasilan tambahan agar bisa membantu perekonomian keluarga, bisa turut serta dalam aktifitas sosial dengan memberikan sumbangan berupa sedekah, infaq bagi yang membutuhkan dari hasil usaha sendiri, intinya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.


Selama berjualan via online pasti ada suka dukanya. Sukanya saat barang dagangan laris bisa menjangkau target market yang luas, dukanya pernah tertipu oleh supplier yang tidak amanah, uang dikirim tapi barang tidak kunjung datang.


Saya pertama tahu dusdusan.com itu, pada akhir Desember 2015. Waktu itu, saya sedang mencari supplier Vienna Family lewat internet dan saya langsung menemukan website DDC. Tidak saja bahagia bisa menemukan produk yang saya cari, tapi saya bersyukur juga bisa mendapatkan info peluang bisnisnya. Tanpa buang-buang waktu, saya langsung daftar sebagai Agen Vienna pertama di Makassar. Alhamdulillah sampai saat ini masih tetap menjalani bisnis DDC ini.


Pertama tahu Medina juga dari DDC. Medina ini bukan hanya foodware premium dengan kualitas terbaik dan garansi seumur hidup, tapi juga memiliki jaminan sertifikasi HALAL yang dikantonginya dari MUI. Sertifikasi HALAL itulah yang bikin hati saya tenang dan yakin akan produk-produk dari Medina.


Pada awalnya, saya mengira jargon Medina sebagai foodware HALAL hanyalah sebuah nilai jual, sampai kemudian saya mengikuti beberapa rangkaian sosialisasi Medina. Saya mendapatkan edukasi mengenai produk plastik juga bagaimana proses produksinya dan masih banyak pengetahuan lainnya yang menunjukkan komitmen Medina dalam memberikan produk plastik berkualitas dengan mutu terjamin. Asumsi saya terbantahkan sudah. Fakta nya, Medina memberi yang terbaik untuk Indonesia.


Sampai saat ini, omset saya dalam memasarkan produk-produk Medina selama 3 bulan, sudah mencapai 70 juta rupiah. Alhamdulillah profit dapat, income dan reward juga dapat. Apalagi ketenangan hati karena produk-produk nya Medina yang HALAL. Itu sudah pasti.


Pengalaman positif negatif saat berjualan produk Medina pernah saya rasakan pada saat bersamaan. Pengalaman Itu saya alami pada saat saya buat event untuk sosialisasi Medina. Positif nya adalah kita banyak dapat pengalaman menarik juga pengembangan diri yang tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial dan finansial. Cukup banyak pelajaran yang saya dapatkan bersama dengan teman-teman yang lain pada saat itu. Kalau untuk yang kurang nyaman, itu adalah saat Medina dibanding-bandingkan dengan brand sebelah. Tapi pemikiran seperti itu akan mudah kita tepis jika kita paham betul apa benefit dari produk dan bisnis kita.


Saya memasarkan produk Medina hampir di setiap kesempatan yang ada. Baik saat berkumpul dengan kerabat, tetangga, teman-teman, komunitas pengajian, juga orang tua murid di sekolah anak saya. Pemasaran via online pun tidak lupa saya jalankan. Semua itu saya lakukan demi membantu orang-orang di sekitar saya dalam mendapatkan produk plastik berkualitas yang HALAL.


Strategi biar bisa jualan banyak bisa dimulai dengan menawarkan produk-produk Medina pada target market yang potensial. Langkah berikutnya, saya membuat tim penjualan untuk menjangkau yang belum terjangkau oleh saya dan tidak lupa berbagi profit dan income reward kepada tim. Tapi yang terpenting, saya juga berbagi tips & trik closing kepada tim saya. Karena itu yang akan membuat mereka terus bersemangat. Tidak sampai disitu, saya juga memikirkan orang lain yang ingin mulai usaha produk plastik berkualitas ini tapi terkendala modal untuk mendapatkan produknya. Saya memberikan solusi nya dengan cara arisan agar lebih ringan dengan model patungan seperti itu.


Menurut saya, tantangan terbesar mungkin hanya karena produk sebelah sudah ada sebagai pendahulunya. Untuk itu, butuh edukasi terus menerus mengenai apa yang menjadi keunggulan produk dan bisnis kita.

Rencana ke depan saya untuk memasarkan produk Medina karena produk ini butuh edukasi terus menerus, saya akan terus mengedukasi masyarakat sebagai prospek market baik online maupun offline. Untuk online, dengan masuk ke grup-grup komunitas, tetap mendisplay produk di web atau toko saya di market place. Untuk offline, dengan hadir di berbagai event masyarakat baik yg diadakan oleh daerah, atau pemerintah kota, hadir ke kegiatan sosial masyarakat, posyandu, pengajian, kegiatan sekolah atau membuat event mandiri yang bisa dirangkai dengan sosialisasi produk medina. Dengan begitu, saya berharap Medina tidak asing lagi di masyarakat, Medina bisa dikenal, dan bermanfaat bagi masyarakat.




Sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat.


Medina saya bangga.

Medina Inspiring Indonesia.


Terima kasih."

Suharty Syukur

TDS Dusdusan Makassar

 

Loading

Cari

Menu

Tutup