Agar Anak Tidak Takut Dokter, Hindari 4 Kalimat Ini

Agar Anak Tidak Takut Dokter, Hindari 4 Kalimat Ini

27 Agustus 2017

Terkadang anak merasa enggan atau ketakutan saat ia terpaksa harus dibawa ke dokter karena sakit. Tanpa Bunda sadari, hal ini bisa jadi adalah dampak dari perlakuan sehari-hari Bunda terhadap anak. Salah satunya adalah kerap menakut-nakuti anak dengan kalimat-kalimat tertentu ketika ia tidak menuruti orangtua atau saat ia bertingkah nakal. Nah, kalimat atau tindakan yang dihubung-hubungkan dengan dokter ini masih kerap ditemui, padahal hal ini menjadikan anak rewel atau tidak betah saat diajak periksa ke dokter.

Berikut Medina ulas beberapa kalimat yang harus Bunda hindari agar anak tidak phobia dengan dokter.


“Kalau nakal nanti disuntik dokter lho!”

Kalimat ini sering sekali dilontarkan oleh beberapa orangtua untuk menakut-nakuti anaknya agar mereka berhenti bertingkah nakal. Dengan mengucapkan kalimat ini, secara tidak langsung Bunda menggambarkan pada anak bahwa disuntik itu sesuatu yang menyakitkan dan sifatnya sebagai hukuman. Hal ini dapat memengaruhi psikologi anak untuk menghindari diperiksa oleh dokter ketika sakit karena ia berasumsi bahwa jika diperiksa dokter maka juga akan merasakan sakitnya disuntik.


“Jangan nangis, nanti dimarahin dokter”

Tak jauh berbeda dengan kalimat sebelumnya, kalimat ini lebih menekankan pada sosok dokter yang dideskripsikan sebagai seseorang yang menakutkan. Awalnya mungkin tidak begitu berpengaruh pada anak. Namun jika anak memiliki pengalaman tidak mengenakkan, seperti disuntik mungkin, maka ia akan semakin takut dan anti dokter saat Bunda mengatakan kalimat ini. Jika kebiasaan ini diteruskan oleh orangtua, para dokter akan kesulitan mengobati anak-anak lantaran takut pada profesi mereka yang dinilai kurang tepat.


“Pilih makan apa minum obat aja?”

Ketika anak disuguhkan pada pilihan ini, tentu anak akan lebih memilih untuk menghabiskan makanannya meskipun terpaksa. Daripada ia harus minum obat yang rasanya pahit dan tidak enak, menurutnya. Padahal, anak bisa saja tidak memilih dua-duanya dan menangis tanda berontak. Bunda perlu hindari kalimat ini karena anak akan berasumsi bahwa obat itu tidak enak dan ia akan menolak untuk meminumnya ketika diharuskan minum. Pun saat ia diajak periksa ke dokter, anak akan membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter dan rumah sakit, termasuk juga obat-obatan.


“Disuntik itu nggak sakit kok…”

Kalimat ini memang dinilai ampuh agar anak mau dan tidak rewel saat harus disuntik vaksin oleh dokter. “Mengatakan bahwa disuntik itu tidak sakit justru mengesankan orangtua yang kurang peduli pada anak”, kata Donald Shifrin, MD, juru bicara untuk American Academy of Pediatrics dan Profesor Klinis Pediatri di University of Washington School of Medicine di Seattle, seperti dilansir dari Parents.

Sebaliknya, katakan sejujurnya bahwa disuntik itu tidak menyenangkan, tapi akan segera berakhir dan anak akan melewatinya bersama-sama dengan Bunda. Yakinkan bahwa Bunda akan berada di sisinya sepanjang waktu. Tapi ingat, jangan membohongi anak setiap kali periksa ke dokter bahwa anak tidak akan disuntik, akan jadi hal buruk ketika anak tahu ia dibohongi. Katakan saja bahwa ketika periksa ke dokter, anak tidak selalu akan disuntik. Anak akan memahaminya.


Jadi Bun, segera hilangkan kebiasaan buruk menakut-nakuti anak seperti ini agar kelak anak tidak rewel ketika diajak periksa ke dokter. Semoga berhasil ya, Bun!


 

Loading

Cari

Menu

Tutup