Jangan Biasakan Ajak Anak Konsumsi Junk Food, Ini Bahayanya!

Jangan Biasakan Ajak Anak Konsumsi Junk Food, Ini Bahayanya!

21 Agustus 2017

Anak-anak punya keinginan yang besar untuk mengonsumsi junk food seperti pizza atau burger. Tampilannya yang menarik dan penuh rasa, membuat anak selalu tertarik dan tidak jarang merengek pada orangtuanya untuk dibelikan makanan cepat saji ini. Namun, jangan selalu Bunda turuti permintaannya ya...

Menurut sebuah artikel dalam Journal of Clinical Nutrition tahun 2009, pewarna dan pengawet buatan yang terkandung dalam junk food memengaruhi baik kesehatan maupun perilaku anak. Berikut beberapa efek negatif yang disebabkan oleh junk food yang dikonsumsi oleh anak-anak, seperti dilansir dari Livestrong.


Risiko obesitas

Konsumsi tinggi junk food di usia 4 sampai 19 tahun meningkatkan risiko obesitas, menurut periset yang memublikasikan sebuah penelitian pada tahun 2004 di ‘Pediatrics’. Anak-anak yang makan junk food mengonsumsi lebih banyak kalori, lemak, karbohidrat, dan gula dibanding mereka yang tidak.

Lebih lanjut menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak yang mengalami obesitas juga cenderung memiliki kolesterol atau tekanan darah tinggi, dimana keduanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Tak hanya itu, anak-anak dengan obesitas juga memiliki risiko pradiabetes lebih tinggi, masalah tulang dan sendi, gangguan tidur, serta masalah sosial dan psikologis. Obesitas yang diderita juga bisa mengikuti hingga mereka dewasa.


Masalah kesehatan mental

Sebuah studi pada tahun 2013 dalam “Journal of The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry” penting untuk memperhatikan pola makan anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, termasuk makanan ibu saat hamil. Peneliti menyimpulkan bahwa makanan baik yang dikonsumsi ibu saat hamil maupun saat anak lahir memiliki efek kesehatan mental anak. Hal ini juga berlaku untuk junk food yang rendah nutrisi, dikaitkan dengan masalah perilaku dan emosional, termasuk kecemasan dan depresi.


Kemampuan akademis menurun

Terlalu banyak konsumsi junk food dapat menghambat kesuksesan anak di sekolahnya. Pada tahun 2003, peneliti membandingkan pola makan lebih dari 5000 siswa dengan nilai mereka pada penilaian literasi standar. Mereka menemukan bahwa siswa yang mengonsumsi junk food memiliki nilai tes yang lebih rendah ketimbang mereka yang tidak. Hasil dari penelitian ini diterbitkan pada tahun 2008 di Journal of School Health.


Hiperaktif

Ada beberapa korelasi antara konsumsi gula dengan perilaku yang tidak terkendali. Gula yang dimurnikan seperti minuman soda, akan menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan aktivitas pada anak. Soda, khususnya, juga dapat menyebabkan penurunan perhatian dan konsentrasi. Pewarna dan pengawet buatan memiliki efek yang sama pada anak, yakni memicu perlikau yang hiperaktif.


Efek kecanduan

Begitu anak mengonsumsi makanan manis, asin, dan yang mengandung lemak trans, mereka akan lebih sering mengidam makanan tersebut. Karbohidrat olahan seperti soda akan merangsang daerah otak yang terkait dengan penghargaan dan kepuasan, menurut sebuah artikel di tahun 2013. Dengan kata lain, ketika anak-anak makan junk food, mereka akan menikmati rasa dan tekstur, serta perasaan baik setelah mengonsumsi junk food. Hal ini akan menimbulkan kecanduan dan membuat mereka tidak menyukai makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayuran.


Setelah mengetahui efek negatif dari mengonsumsi makanan junk food bagi anak, semoga Bunda makin menjauhkan anak dari makanan-makanan cepat saji yang beredar di pasaran, ya!



 

 

Loading

Cari

Menu

Tutup