Pewarna Alami yang Bisa Bunda Gunakan Agar Masakan Lebih Menggugah Selera

Pewarna Alami yang Bisa Bunda Gunakan Agar Masakan Lebih Menggugah Selera

20 Agustus 2017

Saat memasak atau mengolah makanan tertentu, terkadang Bunda membutuhkan pewarna untuk mempercantik tampilan masakan yang akan dihidangkan. Namun, menggunakan bahan pewarna berbahan kimia yang banyak dijual di pasaran dampaknya tidak baik buat kesehatan. Hal ini didukung dengan adanya laporan yang dikeluarkan oleh Center for Science for Public Interest dalam laman Eating Well, bahwa bahan pewarna sintetis memiliki konsekuensi kesehatan yang berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Karenanya, Bunda perlu menyiasatinya dengan memilih bahan alami pilihan yang bisa digunakan sebagai pewarna makanan seperti yang telah Medina rangkum dari laman Care 2 berikut.


Merah

Bunda bisa menggunakan umbi bit untuk mendapatkan warna merah yang bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Meski ada beberapa bahan alami yang juga bisa memberi warna merah pada makanan, namun warna merah dari umbi bit dinilai paling kuat dengan tanpa memengaruhi rasa dari makanan itu sendiri. Selain dijus dan diambil sarinya, air rebusan umbi bit juga menghasilkan warna merah. Bunda juga bisa menggunakan buah naga, stroberi, atau bunga rosella sebagai alternatif.


Oranye

Jeruk mungkin bisa memberi warna oranye, namun tidak sepekat wortel. Karenanya, wortel adalah pilihan tepat jika Bunda ingin mendapatkan warna oranye dari bahan alami. Caranya, haluskan wortel dan ambil airnya. Perlu Bunda perhatikan bahwa wortel memberikan rasa manis pada makanan, jadi pemilihan jenis makanan yang akan diberi warna oranye dari wortel ini menjadi penting.


Kuning

Kunyit menjadi pilihan banyak orang untuk memberikan warna kuning alami pada makanan. Bunda tinggal tumbuk kunyit sampai halus lalu peras airnya. Namun, karena efek rasanya yang kuat dan sedikit langu, Bunda boleh gunakan kunyit untuk mewarnai masakan saja. Perlu hati-hati juga mengingat warna yang dihasilkan oleh kunyit susah hilang dan bisa menempel di kulit, meskipun bisa hilang dalam beberapa hari. Untuk kue dan makanan manis, Bunda bisa ganti kunyit dengan bahan lain seperti labu kuning ataupun buah mangga.


Hijau

Beberapa sayuran hijau yang mengandung zat klorofil bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Salah satu diantaranya adalah bayam. Gunakan air perasan daun bayam yang ditumbuk halus untuk memberikan warna hijau pada makanan, khususnya masakan. Selain bayam, campuran daun suji dan juga pandan juga memberikan warna hijau yang tak kalah cantiknya. Namun, warna dan rasa yang dihasilkan dari campuran kedua suji dan pandan cocok untuk menambah selera dari olahan kue.


Ungu

Penghasil warna ungu yang sering digunakan adalah ubi ungu. Selain memiliki pigmen warna ungu alami, ubi ungu juga mengandung antioksidan, betakaroten, vitamin C dan E yang baik untuk pencegahan kanker. Caranya cukup potong-potong ubi ungu, lalu blender  hingga halus dan ambil airnya. Warna dari ubi ungu bisa digunakan untuk pengolahan aneka macam kue. Sebagai alternatif, Bunda juga bisa gunakan kubis merah, anggur, blueberry atau bunga sepatu untuk menghasilkan warna ungu.


Biru

Tanpa disangka-sangka, kubis merah menjadi bahan alami yang bisa digunakan untuk menghasilkan warna biru. Namun, perlu trik tertentu untuk mendapatkan warna biru dari kubis merah. Pertama-tama, potong-potong kubis merah, lalu didihkan bersama air dengan api kecil. Angkat dan saring, rebus kembali airnya hingga mendapatkan warna ungu yang pekat. Sisihkan air rebusan tadi, lalu tambahkan soda kue sedikit demi sedikit hingga airnya berubah menjadi kebiruan.


Bagaimana, mudah dan murah, bukan? Yuk, Bunda, mulai menggunakan bahan-bahan alami untuk memberikan warna pada makanan. Tinggalkan pewarna sintetis karena efek jangka panjangnya berbahaya bagi kesehatan Si kecil dan keluarga. Alami dan murah, menggiurkan sekali bukan?


 

Loading

Cari

Menu

Tutup