Sering Minder Ketika Berbicara di Depan Umum, Bunda? Ikuti 5 Kunci Sukses Ini

Sering Minder Ketika Berbicara di Depan Umum, Bunda? Ikuti 5 Kunci Sukses Ini

6 Maret 2017

Laki-laki memang sering dianggap sebagai kaum yang lebih pantas menjadi pemimpin. Namun pada masa kini, perempuan pun punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama. Dan salah satu modal utama yang harus dimiliki perempuan untuk bisa mendapatkan kesempatan itu adalah kemampuan berbicara di depan umum.

Bagi kebanyakan orang, berbicara di depan umum adalah momok yang menakutkan. Bunda pun sangat mungkin memiliki ketakutan tersebut. Namun kali ini Medina mau menyampaikan kiat-kiat supaya bunda semua bisa mengatasi hal tersebut.

1. Menguasai materi dengan memahaminya, bukan menghafalnya

Penguasaan materi adalah modal utama untuk berani tampil bicara di depan umum. Penguasaan materi dengan baik sudah jelas akan meningkatkan rasa percaya diri bunda. Sebaliknya, bagaimana kita mau berani tampil jika kita tak paham sama sekali dengan apa yang ingin disampaikan. Yang ada nanti bunda bisa tambah minder, penuh dengan kebingungan dan deg-degan di atas mimbar.

Satu hal yang perlu bunda ingat juga, menguasai materi bukan berarti menghafal materi, melainkan paham substansi yang bunda akan sampaikan. Untuk jadi pembicara yang baik, kita harus mengerti benar luar-dalam topik permasalahan yang dibicarakannya. Mengapa begitu? Jawabannya, supaya kita bisa bersiap untuk menghadapi pertanyaan yang mungkin hadir di sesi tanya jawab.

2. Sadar dan paham dengan karakter target audiens

Berbicara di hadapan anak-anak jelas berbeda dengan berbicara di hadapan ibu-ibu. Maka dari itu, apa yang perlu kita lakukan sebelum tampil adalah mengidentifikasi dan memahami karakter khalayak. Bunda mesti beradaptasi dan menyesuaikan gaya bahasa, termasuk juga substansi materi presentasi, sehingga khalayak bisa paham dengan apa yang bunda sampaikan nantinya.

Jika khalayaknya multikarakter, ambil saja kelompok atau golongan yang paling dominan. Setelah itu, ambil saja topik pembicaraan yang sedang hangat dan populer di kelompok tersebut, dan jangan lupa ambil contoh kasus yang relevan. Dengan begitu, Medina yakin, bunda bisa tampil lebih oke di hadapan publik, dan yang jelas mereka akan memandang speech bunda sebagai sesuatu yang menarik.


3. Bukan memalingkan pandangan dari audiens, tapi mampu mengatur kontak mata

Kalau bunda merasa takut dengan banyaknya mata yang menuju pada bunda saat berbicara, Medina punya tips soal mengatur kontak mata bunda. Namun sebelumnya, Medina menegaskan, sebaiknya bunda jangan pernah memalingkan wajah atau pandangan dari khalayak. Jangan pula memandang ke atas layaknya orang yang sedang menghafal dan jangan juga terpaku pada teks yang bunda bawa ke atas panggung atau mimbar. Itu bukanlah tipe pembicara yang baik.

Kita yang sebaiknya bunda lakukan ketika kita gugup adalah mengelola pandangan mata bunda. Jika bunda takut tatkala semua mata memandang ke arah bunda, maka cara mengatasinya adalah memandang bagian tubuh lain dari para audiens. Contohnya, jidat, rambut, dada, dan lain-lain. Dengan begitu, kita akan tampak melakukan kontak mata dengan para audiens, tapi sebenarnya tidak juga karena kita memandang bagian lain selain mata.

4. Mengetahui cara yang baik dalam mengolah nafas

Pernahkah bunda berbicara dihadapan publik dan nafas menjadi lebih berat dari biasanya? Itu adalah tanda kalau bunda takut berbicara. Maka dari itu, Medina menyarankan untuk berlatih menjaga ketahanan nafas. Hal ini sangat penting lantaran jadi pembicara ternyata butuh energi untuk bernafas tatkala berbicara di depan umum.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, saat sedang gugup, nafas kita jadi cepat dan tidak beraturan. Obat dari itu semua adalah mengatur nafas tetap stabil. Ada banyak kiat mengolah nafas agar bisa lebih lancar tampil di depan umum, salah satunya olahraga teratur. Bila tak ada waktu, sebelum tampil, olahlah nafas beberapa menit supaya beraturan supaya ketika di atas panggung, nafas kita jadi ikut teratur dengan kebiasaan yang sebelumnya di lakukan. Cara ini diyakini beberapa orang cukup ampuh menghilangkan gugup.

5. Rajin berlatih dan membiasakan diri dengan kondisi

Medina paham, tak semua orang diberkati kemampuan baik ketika berbicara di depan publik. Namun problem tersebut bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti lantaran bisa diatasi. Kemampuan berbicara di depan publik bukan hanya bakat semata, tapi skill yang bisa dilatih setiap harinya. Oleh karenanya, latihan adalah mutlak dibutuhkan jika ingin cas cis cus.

Kiat pertama yang perlu bunda lakukan, jika bunda seorang introvert, cobalah berlatih di hadapan cermin. Setelah di hadapan cermin sukses dan lancar, mulailah beralih untuk berani berbicara di hadapan sanak saudara atau beberapa anggota keluarga. Jika sukses, terlibat aktiflah dengan organisasi-organisasi seperti PKK atau komunitas yang bunda gandrungi juga bidangnya. Setelah menjadikan itu semua sebagai momen melatih diri, pastikan bunda selalu mengevaluasi, seperti volume suara, materi yang dibawakan, bahasa tubuh, hingga berbagai hal lainnya. Satu hal yang pasti, latihan adalah kunci sukses mampu tidaknya seseorang tampil di hadapan umum.


Itulah tips yang bisa Medina sampaikan. Modal paling penting untuk memiliki kemampuan berbicara di depan public adalah berani. Sisanya bisa bunda latih sendiri lewat kiat-kiat di atas tadi. Mungkin awal-awal hasilnya tak terlalu memuaskan, tapi ingat deh: pengalaman adalah guru. Pengalaman pasti akan memoles keterampilan bunda jadi speaker yang jauh lebih baik pada kesempatan berikutnya.

 

Loading

Cari

Menu

Tutup